Ku kira itu salah satu pengertian yang bisa kau telaah, bahwa sebenarnya memang aku tak punya alasan lain untuk tetap melanjutkan isinya. Tapi, kenapa seakan akan pertanyaan lanjutan yang membuat ku berfikir apa itu salah satu artian yang kurang jelas sampai sampai aku harus terus membuktikannya, dan membuatmu percaya bahwasannya itu lebih cukup dari apa yang kau kira.
Teledornya aku, yang harus kehilangan kepercayaan darimu untuk tetap bisa mencintai mu. Teledornya aku, yang tak bisa berkata kata lagi untuk meyakinkan mu, bahwasannya itu salah satu penjelasan yang cukup. Ah, teledornya aku. Yang masih terus saja dihantui rasa bersalah karena tak bisa menjawab lebih atas semua ucapan tadi.
Hai wanita ku, yang namanya sering ku sebut dalam setiap obrolan kecil di langit langit bertabur bintang kecil indah disetiap jaraknya. Apa yang kamu mau? Sehingga ucapan cinta tak mampu membuat dirimu percaya bahwa itu benar adanya.
Teledornya aku, yang ketika ditinggalkan mu baru sadar bahwa memang kata kata tak cukup untuk membuktikan yang ada. Maafkan aku, yang teledor itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar