Minggu, 15 Maret 2020

Ini Aku, sayang.

Ini Aku, sayang. 

Hello, untuk kamu yang sudah jauh berada diatas angan angan. Ingin sekali ku ajak kau bercanda bersama. Mengingat ingat apa yang dulu pernah kita bahas, bersama. 

Sayang, ini aku. Orang yang dulu kamu peluk dan perlahan kau kecup. Sayang, ini aku. Orang yang dulu kau ajak diskusi untuk mendapatkan hasil dari dua sisi. Sayang, ini aku. Orang yang dulu kau ajak ke taman untuk sekedar duduk dan bergandengan tangan. Sayang, ini aku. Orang yang dulu kamu ajak kerumah supaya mendapatkan alasan untuk mendapatkan waktu tambahan. 

Ini Aku, sayang. Orang yang akan terus mengenang mu dikala waktu yang terselip di jam - jam tak menentu. Ini Aku, sayang. Orang yang dulu sering mengajak mu mengahabiskan bensin menikmati suara klakson para pengemudi. Ini Aku, sayang. Orang yang dulu kau cintai tapi akhir akhir ini selalu menjadi alasan untuk terus kau benci. 

Sayang ku. Di Bandung yang sekarang ku tempati ini, ada banyak cerita yang harus ku bagi. Tapi, ku mengingat akan satu hal yang sudah pasti. Bahwa kau sudah tak ku punyai lagi. 

Sayang ku. Aku suka semua hal tentang dirimu yang membuatku susah untuk lupa akan dirimu. Ada banyak hal yang membuatku untuk terus mengingat mu. Jujur, ku belum bisa melupakan mu. Ada alasan yang terus menuntutku untuk masih ingin dipelukan mu. Adakah kesempatan bagi ku untuk bertemu dengan mu? Bolehkah kembali ku meminta waktu kosong mu? Sebentar saja. Aku mohon dengan segenap rasa rindu. Akhir akhir ini sudah banyak air mata yang masih bercucuran dengan alasan ingin bertemu denganmu. Alasan itu masih terus berputar di kepala ku. Anehnya, mungkin dirimu tak punya pemikiran seperti diriku, yang masih terus mencintamu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar